perasaan ini hampa, tak berbentuk. hanya tetesan air mata yang mengatakan bahwa rasa itu ada. apakah ini hal yang harus disesali? dapatkah melanjutkan hidup dengan menyimpan rasa ini? atau rasa ini harus hilang dari pikiranku agar ku dapat berpikir dan bertindak tidak dengan emosi?
No comments:
Post a Comment